Thursday, November 16, 2006
Wednesday, February 22, 2006
SYukurku
Setiap kedip mataku Ya Allah,Aku bersyukur atas nikmat ini.Banyak orang melihat, tetapi buta.Setiap tarikan napasku Ya Allah,Aku bersyukur atas nikmat ini.Banyak orang mencium, tetapi tidak mampu membau.Setiap suara yang kudengar Ya Allah,Aku bersyukur atas nikmat ini.Banyak orang mendengar, tetapi tuli.Setiap desir angin yang kurasa Ya Allah,Aku bersyukur atas nikmat ini.Banyak orang merasa, tetapi kebal.Setiap degub dan detak jantungku Ya Allah,Aku bersyukur atas nikmat ini.Banyak orang hidup, tetapi mati.Akhirnya Ya Allah,Jangan Kau cabut rasa syukurku ini dari hatiku,Yang dapat membuatku buta, bebal, tuli dan mati.M. Alfiansyah
Tanpamu
Tanpamu..malam ini terasa sepi sekali.
hanya sesekali suara jangkrik memecah kebisuan.
Kadang nyaring. menyentak lamunanku.
Kadang pilu. menggugah sudut hatiku.
Mengusik segala diamku. Kembalikan kenangan waktu itu.
Saat-saat kau ada bersamaku.
Krik! Krik!
Suara-suara itu semakin lama makin membahana.
berirama di telingaku.
mengikuti detak-detak jantungku. terasa semakin bernada.
seakan mengajakku melangkah untuk berdansa.
satu... dua... satu.. dua...
aku berdansa. berputar. menari.
dalam irama ilusi. aku semakin asyik bermimpi.
Aku terus menari. terbang. melayang.
sampai menembus gumpalan awan. halus. lembut.
tersentuh oleh ujung-ujung jariku.
putih. biaskan cahaya indah di pelupuk mataku.
Aku terus menari. menghibur diri. mengisi sepi.
mengukir rasa pada hari-hari ini. tanpamu.
aku tenggelam dalam nadaku.
terlarut dalam rangkaian kata-kataku.
Aku terus menari. dan akan tetap menari.
sampai kau datang mengganti.
sampai kau kembali mengusir malam yang sepi.
Tentang Kamu
Air hujan belum juga berhenti menjatuhi tubuhku dengan jarum-jarumnya yang bening. basah. dingin. dan bulir-bulirnya mengalir di seluruh sudut mukaku.tiba-tiba aku jadi ingat kamu. yang tak pernah berhenti menghujaniku dengan ciuman kecilmu. hangat. indah. sepasang kaki kecil berlari di depanku. tanpa disengaja air percikannya mengotori separuh gaunku.gaun putihku. sama putihnya dengan rasa rindu yang ada di hatiku saat ini.aku jadi ingat kamu lagi. yang tak pernah puas memercikkan rindu-rindu di dalam jiwaku. manis. megah.hening.kutelusuri hari-hari ini sendirian. menguak kerumunan tawa di depan mata. membelah kumpulan bahagia sekelompok anak-anak kecil yang berlarian di tengah hujan. seakan tak ingat pesan ibunda yang melarang dirinya bermain di bawah siraman air hujan. yang ada cuma tawa riang penuh kemenangan. ada luka di kaki dan tangan. tapi mereka tak acuh, tak pedulikan apa-apa.ah, aku jadi ingat bekas lukamu di kaki dan tangan. yang bisa membawa cerita untuk dikenang. nanti. suatu saat nanti.ada tempat berteduh di ujung sana. setengah berlari aku mendekat. duduk beralaskan plastik setengah kering. kuambil kertas dan pena dari saku yang mulai terasa basah.ah, lagi-lagi aku ingat kamu. dan ingin menulis tentang kamu.semuanya tentang kamu...........karena memang cuma kamu yang ada dalam pikiranku.
Ketenangan

Sayu mata kupandang Hatiku sentiasa terhalang Aku merana meratap batin tersiksa Sendirian menderita cetusan jiwa bergelora.. Ketenangan kucari tiada datang Hanya masalah muncul tak diundang Malam siang sukar kubezakan Mata… hatiku umpama dibutakan Tika jiwa tertekan… fizikalku terasa bisanya Meratapi masalah berbeban… Meraung tanpa siapa yang peduli sendirian Air laut membiru… camar terbang tinggi Awan putih bergulung… umpama kapas putih bersih Kini hatiku tenteram… Ketenangan itu muncul kembali Tiada ada apa dapat ku selindung Hanyalah satu kenyataan Aku bebas dari kepedihan (kemurungan) Ketenangan… Memberi ilham sumber inspirasi Perjalanan mencari sebuah realiti Bukan satu perasaan intuisi diri Intuisi… Yang tak dapat ku ungkapkan Kini aku beroleh satu ketenangan Buat menghadapi segala mendatang Itulah yang aku alami Menghargai erti sebuah ketenangan Anugerah milik-Mu Tuhan Pemberian-Mu ku terima sepenuh hati Hidayah-Mu memancar umpama suria Menerangi jiwaku yang dulu kelam gelita Tak dapat kugambarkan Dan sukar untuk aku ceritakan Memperkatakan erti sebuah ketenangan Yang kini memberikan ku seribu keyakinan Dan kini… sebuah harapan dalam meneruskan kehidupan. (Teruntuk : Santy Novianty)
Lembaran Hidup Wanita Sholehah

Kegagahan seorang wanita bukan kepada pejal otot badan,tetapi pada kekuatan perasaan,
Perempuan yang gagah Adalah perempuan yang tahan menerima sebuah kehilangan,
perempuan yang tidak takut pada kemiskinan,
perempuan yang tabah menangung kerinduan setelah ditinggalkan, perempuan yang tidak meminta-minta agar di penuhi segala keinginan, Kegagahan perempuan berdiri di atas teguh iman, Seluruh kegagahan ini ada pada Khatijah yang ehsan. Adalah kegagahan sempurna bagi seorang perempuan..
Mampukah aku menjadi seperti Siti Khatijah?Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillah Penawar hati kekasih Allah Susah dan senang rela bersama... Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aishah? Isteri Rasulullah yang bijak Pendorong kesusahan dan penderitaan Tiada sukar untuk dilaksanakan... Mengalir air mataku Melihat pegorbanan puteri solehah Siti Fatimah Akur dalam setiap perintah Taat dengan abuyanya, yang sentiasa berjuang Tiada memiliki harta dunia Layaklah dia sebagai wanita penghulu syurga... Ketika aku marah Inginku intip serpihan sabar Dari catatan hidup Siti Sarah.... Tabah jiwaku Setabah umi Nabi Ismail Mengendong bayinya yang masih merah Mencari air penghilang dahaga Di terik padang pasir merak Ditinggalkan suami akur tanpa bantah Pengharapannya hanya pada Allah Itulah wanita Siti hajar.... Mampukah aku menjadi wanita solehah? Mati dalam keunggulan iman Bersinar indah, harum tersebar Bagai wanginya pusara Masyitah....
( Santy Novianty)










